Selasa, 08 November 2011

sama kah mimpi kita .....

Apa yang kau mimpikan semalam?

Samakah denganku?



Aku memimpikan seorang gadis yang sedang duduk menghadap kaca

Matanya sembab disesaki ulat tak bernyawa

Rambutnya panjang tergerai memenuhi ruangan berlantai kayu yang tidak berhenti berderak ketika aku masuk ingin merayu

Wajahnya dipenuhi huruf-huruf untuk kemudian menceritakan semua yang ingin kutahu

Ketika aku kehilangan akal sehatku satu persatu

Ketika darahmu memenuhi kelopak mataku

Benarkah kau juga memimpikan itu?

Termasuk gaun hitam membungkus tubuhnya yang biru?



Tadinya aku ingin pergi

Tepat ketika gadis itu menatapku dan menjerit dengan cantiknya

Tepat ketika gadis itu menjahit tangannya sendiri dengan racauan yang mengiris telinga

Bulu matanya meleleh

Menetes perlahan di rahimnya untuk kemudian meninggalkan seonggok luka yang takkan kulupa hangusnya

Kau ingat ini?

Rapal melati yang mati mewangi?

Wangi yang sama ketika kau menari merayakan logika

Ketika kau mencumbui malam hanya untuk membuatnya tetap terjaga

Apa maksudmu?

Kau yakin itu bukan mimpi?

in memoriam, ( hari dimana kau pergi)



disekitar wangi melati

sepotong tangan..mengadah dan bisu…

begitu nyata dan fana… memimpikan sekilas ciuman panas…

rembulanku yg begitu kusayang..



disini saat nanti……

nafas yg tersenggal ini akan berakhir..dan darah kering yg kembali menetes segar..



cuma satu ingatan sekaligus..bayang samar masa depan..

lalu kelak semua akan tahu..ku hanya menulis nama kecilku saja..

kecuali mencintaimu..aku tak ingin apapun…

setelah kamu pergi..yg tertinggal hanya doa.. disisa hari,,penuh rambu…bergegas cemas melintasi gerimis.. tak ada lagi..rembulanku yg hening..menerangiku.. tinggal mata yg letih..menahan tangis..tak ada lagi tawamu.. mengais sunyi malam hari…aku sendirian kini…diantara sisa waktu..

Jumat, 04 November 2011

jiwa ku adalah pendaki gunung ...

Apa yang dicari para pendaki di atas puncak Gunung,,??

Dengan mengorbankan begitu banyak tenaga, waktu, dan mungkin bahkan nyawa,



Mendaki gunung mengajarkan banyak hal tentang hidup,

terutama keagungan alam sekaligus kegigihan manusia untuk hidup.

Gunung adalah tempat belajar yang utama bagi kami, para petualang.

Melihat puncaknya dari dekat dan merasakan gigil dingin anginya menyadarkan tentang betapa rapuh manusia.

Puncak sebuah gunung itu terasa anggun, jauh, dan seperti tak terengkuh



Namun kami, para petualang selalu menapak jalan, mendaki dan menyusur jurang sambil membawa beban ber puluh puluh kilogram di punggung kami, terasa betapa gigih perjuangan hidup kami.

Perjuangan yang selalu mencambuk kami para pendaki untuk terus mendaki ke atas melampaui daya fisik manusia.

Keyakinan dan kegigihan untuk mencapai yang tertinggi hingga batas daya manusia adalah kunci dari kesuksesan setiap pendakian.




Di dalam hati kami telah berjanji

Akan kami daki puncak yang paling tinggi

Akan kami kibarkan bendera kemenangan

Serta lambang kokohnya jiwa kami