Minggu, 28 Agustus 2011

damai dan keindahan itu telah hilang ...

Kita telah kehilangan simfoni burung-burung di pagi hari

berganti jerit riuh kendaraan, manusia-manusia yang berlari

didesak. Didesak-desak

kebutuhan-kebutuhan manusia kini

berlari mengejar materi. tamak.

tak henti. tak hentihenti

Kita telah kehilangan lembut angin

menerbangkan aroma rumput wangi

berganti aroma sampah bertebaran

Kita telah kehilangan murni udara pohon-pohon hijau

Kini hanya tersisa

hutan-hutan yang risau

satwa-satwa yang gelisah

pohon-pohon yang resah

(kapan giliran mereka disesah?)

Kita telah kehilangan senja dan langit berwarna jingga

di hari-hari kita

berganti kini dengan keruh mega

tertutup emisi gas rumah kaca

Kita telah kehilangan musim yang manis

Yang dulu silih berganti dengan teratur

tak seperti kini

hujan dan kemarau tertukar

pada musim yang tak benar

Kita telah kehilangan

Tak terhitung bilangan

Akankah kita kehilangan lagi

anak-anak masa depan

tanpa harapan?


Kamis, 25 Agustus 2011

SELAMAT ULANG TAHUN MA ....
















Kau ajarkan aku tentang bagaimana menjadi seorang laki-laki
Padahal aku tahu, kau bukanlah seorang lelaki
Kau ajarkan aku bagaimana cara untuk mendaki
Padahal aku yakin, tak satupun puncak gunung yang pernah kau datangi

Banyak hal kau ajarkan padaku, tapi hanya sedikit hal yang bisa aku mengerti
Banyak hal yang kau perlihatkan padaku, namun hanya sedikit hal yang bisa aku pahami
Banyak hal yang kau tunjukan padaku, namun hanya sedikit hal yang bisa aku ketahui
Banyak hal yang kau berikan ke padaku, namun hanya sedikit hal yang bisa aku hargai

Hingga saatnya sekarang aku memantapkan hati
Hingga saatnya sekarang aku melangkahkan kaki
Hingga saatnya sekarang aku memberikan bukti
Hingga saatnya sekarang aku membuktikan sebuah janji

Selamat ulang tahun mama ku
Selamat ulang tahun guru besar ku
Selamat ulang tahun sumber semangat ku
Selamat ulang tahun untukmu

Maaf bila aku tak seperti harapan mu .....

bimbang




Teringat saat ku mulai membuka satu persatu akan baju-baju kebodohanku
Bahkan hampir ku telanjang di depanmu
Sampai sekarang pun, sebenarnya ku masih limbung karena bingung, mengapa begitu fasih ku buka lembar per lembar goresan kehidupanku.
Percayakah aku akan mu, percayakah kamu, percayakah aku…??, ah…tak secerdas itu aku.
Satu yang ku tahu, aku merasa dan aku sangat merasakan…aku tak merasa telanjang di depanmu, karena aku tahu….ah…sekali lagi aku pun tak dapat percaya akan diriku……..
..
Penantianku penantianmu tak kan usai
Pencarianku pencarianmu tak kan selesai
Apakah kau masih disana menungguku dengan senyum hangat dan kabar baik
Ataukah kau akan menyerbuku dengan sejuta ciuman dan peluk

Masih teringat akan janjiku padamu
Dengan semangat ku ungkapkan padamu
Dengan yakin ku ikrarkan padamu....
Semilir angin dan bulan sepotong saksiku

Penantianku penantianmu tak kan usai
Pencarianku pencarianmu tak kan selesai
Apakah kau masih disana menungguku dengan senyum hangat dan kabar baik
Ataukah kau akan menyerbuku dengan sejuta ciuman dan peluk

Masih teringat akan janjiku padamu
Dengan semangat ku ungkapkan padamu
Dengan yakin ku ikrarkan padamu
Semilir angin dan bulan sepotong saksiku

Minggu, 21 Agustus 2011

katanya sih begitu ...


Suatu ketika, terdapat sebuah pulau tempat tinggal seluruh perasaan: Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan dan masih banyak lagi yang lain, termasuk diantaranya,Cinta.

Suatu hari diumumkan kepada seluruh perasaan bahwa tidak lama lagi pulau tersebut akan tenggelam, sehingga seluruh perasaan yang ada segera mempersiapkan perahunya untuk pergi.

Cinta ingin terus bertahan hingga detik-detik terakhir.

Saat pulau hampir tenggelam, barulah Cinta berpikir untuk meminta bantuan. Kekayaan lewat di depannya dengan kapal yang megah. Cinta berkata, "Kekayaan, bolehkah aku pergi bersamamu?" Kekayaan menjawab, "Tidak bisa, kapalku penuh dengan emas dan permata, tidak ada lagi ruang yang tersisa."

Cinta memutuskan untuk bertanya kepada Kesombongan yang melewatinya dengan kapal yang indah. "Kesombongan, tolong selamatkan aku!" jawab Kesombongan "Cintaku sayang, aku tidak bisa membantumu. Kamu basah sekali, nanti merusakkan kapalku yang indah."

Kesedihan tampak berlayar di dekat pulau. Cinta pun berteriak, "Kesedihan, ijinkan aku pergi bersamamu." "Aduh...Cinta, aku terlalu sedih. Sekarang aku hanya ingin menyendiri, kamu tidak bisa ikut denganku."

Setelah beberapa saat, Kebahagiaan pun tampak di kejauhan, tapi dia terlalu bahagia sehingga tidak mendengar saat Cinta memanggilnya.

Tiba-tiba terdengar suara, "Cinta, ikutlah denganku." Muncullah sosok tua dengan kapalnya yang tak kalah tua namun berkesan agung dan anggun berwibawa. Cintamerasa sangat bersyukur, langsung naik ke kapal. Akibat terlalu girang bisa selamat dari pulau perasaan yang tenggelam, saat mencapai daratan kering, Cinta lupa menyakan nama sosok tersebut hingga sosok tersebut hilang menjauh ditelan cakrawala, melanjutkan perjalanannya.

Sadar betapa besar utang budinya kepada sosok tua tersebut, Cinta pun bertanya kepada Pengetahuan, sesepuh para perasaan yang ditemuinya di pulau itu. "Siapakah yang telah menolongku?" Pengetahuan menjawab "Dia adalah Waktu." "Waktu?" tanya Cintasetengah tak percaya. "Tapi mengapa Waktu bersedia menolongku?" Pengetahuan tersenyum dengan penuh kebijaksanaan dan menjawab,
"Karena hanya waktu yang dapat memahami betapa besar arti sebuah Cinta."

Jumat, 19 Agustus 2011

kembali teringan ketika betemu denganmu

awalnya aku menemukan fotonya diantara file2 foto teman2 dimasa yang lalu, aku tertegun beberapa saat, sementara teman2ku yg lain ikut melihat berusaha mengevaluasi which part of him got me that crazy,,,
Aku benar2 trans, terkenang kisah cinta masa lalu, betapa kisah itu benar2 mempengaruhi hidupku, pola pikirku dan segala tingkah lakuku sampai dengan aat ini, betapa kisah itu mengajarkanku untuk lebih dewasa dan tegar dan yang paling penting aku bahagia dan menikmati segala rasa itu,,,
Dan selagi aku merenung-serenung-renungnya, menambah syahdu suasana, membuatku makin terhanyut,,,hehehehehehe ..
Kemudian, lagi tekun-setekun-tekunnya membelalaki buku yang sedang aku baca, hp ku berbunyi setelah menarik napas panjang, dan ku buka ternyata itu dia, cerita masa lalu itu, dan kami terlibat sms-an,,
Dan dengan bodohnya kukatakan secara tersirat, entah dia mengerti atau tidak (kuyakin iya, karena dia memang orang yang peka), dia telah menghapuskan keinginanku untuk mengenal dia2 yang lain, entah sampai kapan aku menutup hati seperti ini, entah sampai kapan aku kaku seperti ini, tetapi yang aku tau, aku bahagia,,

Hari Itu..Diantara kerumunan Yang Sedang Memaparkan Karya..

Mataku Tertumpu Pada Sosoknya..Manis dan Teduh

Semua Yang Ada Padanya Mendamaikan..

Mata Bening Yang Sendu

Rambut Hitam Jatuh nan indah

Senyum Di Bibir itu Membiusku

Begitu Teduh..

Aku nyaris Tak Mengenalnya..ketika Melihatnya Tuk Pertama kalinya

Aku Tau Hatiku..Itu wanita Yang aku Cari..Mungkin Bukan Dia Yang Akan Kumiliki

Karna Setelah Aku Bisa Menyapanya, Aku Lihat Tlah Ada Cinta Di Sisinya.

Namun Smua yang Terpapar Pada Sosok Itu..Adalah Yang Aku Tunggu

Terganggu Malam-malamku Sejak Menatapnya...Aku Ingin Punya wanita dengan rona wajah yang mempesona seprtinya

Aku Ingin Selalu Menatap Mata Bening Itu

Aku Ingin Bersama Pemilik Senyum Teduh Itu..

Mengenalmu..Seperti Mengakihiri Pencarian Panjang

tak mengapa rasa itu selalu seperti ini, yg penting aku bisa merasakan anugrah keindahan rasa mencintai tanpa pamrih, dan aku menghormati esensi cinta ini, sampai kapanpun,,,
Lagi2 kumenyimpan tanya, mengapa dirinya di hatiku tetap ada tak pernah terhapuskan, terkadang dia tertidur di alam bawah sadarku, dan terjaga di saat2 tertentu, di alam mimpiku,,
Dan dia masih tersimpan rapat, di long-term memoryku, kisah tentangnya tidak mungkin kulupakan, walau waktu sudah berlalu begitu lama meninggalkan dirinya, walau jarak telah dengan sadis membuat batas darinya, walau kini kisah2 yang lain mulai menghampiri, tapi tentangnya, bersamanya, kisahnya adalah bagian dari kisah dan kenangan terindah yang pernah kumiliki, kisah pendewasaan diri, belajar bangkit ketika patah hati, belajar memahami, belajar tulus, belajar ikhlas dan belajar merelakan,,,

I found this unclear writing in my old file when I was supposedly writing my essay. Anyway, i. It is just weird how time has passed really fast. From the first time I know him about 7 years ago, from the time I moved from my lovely hometown about 2 years ago, from the last time I saw him when Mosa written entrance test, it's been like century. But still, I'm upset he has a girlfriend, now

I don't care at all!

Yes, I do!


okay, I'm better stop being silly! and come back to my reality life here! Sometimes, It's just so amusing looking back to the past and realizing how silly we could be, though at that time I didn't think it was silly, it was something important for me.
But, for now,
akan masih tetap sama seperti dulu ! :)

Kamis, 18 Agustus 2011

Yuk Belajar Goblok Dari Bob Sadino

Iseng jalan-jalan ke Gramedia, saya menemukan satu buku yang bikin penasaran, judulnya nyentrik, tapi saya yakin di dalamnya pasti ada sesuatu yang luar biasa, jelas saja, isi buku ini adalah cerita pengalaman dan kiat-kiat bisnis yang dijalankan oleh salah seorang konglomerat Indonesia, Icon Enterpreneur sukses yang selalu berpenampilan nyentrik, Bob Sadino, dan judul buku ini adalah 'Belajar Goblok Dari Bob Sadino'.


Buku ini memang belum selesai saya baca, tapi beberapa inti pokok isi buku ini sudah mulai bisa saya tangkap sejak awal membaca buku ini.

Di awal membaca buku ini, kesan awal yang muncul adalah motivasi yang luar biasa bagi mereka yang tidak mampu melanjutkan pendidikan sampai jenjang yang lebih tinggi sampai bangku kuliah, dan di sisi lain adalah pukulan bagi mereka yang mampu mengenyam pendidikan tinggi, lulus dengan titel sederet, tapi tidak bisa apa-apa selain sebatas banyak tau soal teori (tidak semua sarjana seperti itu tapi memang banyak yang demikian).

Intinya adalah Ilmu tidak hanya didapat dari bangku sekolah dan kuliah saja, tapi ada banyak ilmu terapan yang lebih berguna yang bisa didapatkan di 'jalanan'.

Buku ini diawali dengan cerita masa kecil Bob Sadino, bagaimana pergaulan beliau semasa kecil, bagaimana kehidupan remaja beliau, juga pengalaman bekerja di perusahaan besar asing yang memberi penghasilan besar kepadanya tapi akhirnya ia tinggalkan karena merasa tidak betah menjadi bawahan.

Bob Sadino keluar dari pekerjaannya, kemudian kembali ke Indonesia dengan membawa 2 mobil Mercedes mewah miliknya dari hasil kerja kerasnya selama menjadi karyawan di perusahaan asing tersebut.

1 mobil kemudian ia jual untuk kemudian dibelikan tanah di daerah Kemang, dan satunya lagi dijadikan Taksi gelap sebagai penyambung hidup beliau.

Buku ini juga menceritakan tentang keterpurukan Bob Sadino ketika mobil yang ia jadikan Taksi sebagai penopang hidupnya itu mengalami kecelakaan hingga tidak dapat tertolong lagi, maka pada saat itu hilang sudah satu-satunya sandaran ekonomi keluarganya, untuk meneruskan hidup, Bob Sadino melakukan pekerjaan apa pun meskipun sebelumnya ia tidak memiliki pengetahuan tentang bidang itu, pernah juga ia bekerja sebagai kuli bangunan.

Tapi kegagalan dan keterpurukan ini merupakan satu titik balik yang justru peristiwa-peristiwa berikutnya yang akan ia hadapi akan menjadi langkah awal kesuksesannya hingga ia bisa seperti sekarang ini.

Saat ini kita sudah akrab dengan produk peternakan ayam broiler, baik dari telur maupun dagingnya, dan ternyata semua itu adalah berkat jasa Bob Sadino, beliau lah yang mempelopori ternak ayam impor ini di Indonesia atas bantuan salah satu mantan rekan kerjanya yang merasa prihatin melihat Bobsy (panggilan Bob Sadino) terpuruk pada saat itu.

Buku Belajar Goblok Dari Bob Sadino ini juga menjabarkan metode bisnis dan manajemen 'aneh' yang dijalankan oleh Bob Sadino, bagaimana ia memimpin perusahaannya, bagaimana ia menjaga hubungan dengan anak buahnya, juga bagaimana kepercayaan yang ia berikan kepada anak buahnya.

Soal hubungan dengan bawahan, pernah salah satu anak buah Bob Sadino melakukan suatu kesalahan sehingga menyebabkan perusahaan rugi hingga $5 Juta, tapi apa yang ia lakukan? Bob tidak memecat karyawannya itu, 'Biarkan mereka bangkit, memperbaiki dan belajar dari kesalahannya sendiri' begitu kata Bob.

Berbeda dengan pengusaha lainnya, Bob Sadino tidak melibatkan anggota keluarganya pada bisnis dan perusahaan yang ia miliki, hal ini untuk mencegah perpecahan keluarga yang disebabkan oleh masalah bisnis.

Satu prinsip yang dilakoni oleh Bob Sadino adalah 'Tidak usah berencana karena sebagian besar kenyataan tidak akan berjalan sesuai rencana, tidak usah berharap karena harapan akan pupus, tidak usah punya tujuan karena hanya akan membatasi diri kita'...bagaimana menurut anda? Goblok bukan? dan sepertinya prinsip ini hanya cocok dipegang oleh Bob Sadino, tapi makna dari prinsip ini sebenarnya bisa dikatakan mantab juga.

Bagi Bob Sadino, hidup itu dijalani saja, susah senangnya dilalui saja, makin banyak menemui kesulitan, makin banyak kita bisa belajar, makin banyak kita melakukan kesalahan, makin banyak pengetahuan yang kita dapatkan.

Apa artinya rencana yang detil dan rinci kalau kita sendiri takut untuk merealisasikannya? apa gunanya harapan padahal kita tau bahwa tidak semua harapan akan terpenuhi, Bob juga tidak pernah menetapkan Tujuan, tapi walaupun demikian apa yang ia peroleh mampu melebih apa yang menjadi tujuan banyak orang, termasuk orang 'pintar'.

Pokoknya dalam buku ini terdapat banyak hal aneh dari seorang aneh yang telah membuktikan kesuksesannya, apa yang ia lakukan tidak sedikit yang keluar dari pakem yang ada, keluar dari aturan baku yang tertulis dan diajarkan di lingkungan pendidikan formal, ya, jalanan atau kehidupan nyata adalah tempat belajar yang sesungguhnya, kesalahan dan keberhasilan dalam dunia nyata tidak mungkin semua ada di teks wajib yang didapat di bangku sekolah atau kuliah.

Teori adalah informasi basi kata Bob, karena yang ada dalam teori (buku) adalah sesuatu yang sudah terjadi pada masa lalu, sedangkan kita hidup maju ke depan, kalau kita terlalu berpegang pada teori yang sudah diajarkan ke kita, itu sama saja kita makan makanan basi setiap hari, hidup butuh improvisasi.

Apa yang ada di buku ini sudah dibuktikan hasilnya oleh Bob Sadino, dan kita semua bisa menyaksikannya. Setuju atau tidak dengan apa yang ia katakan, kita bisa lihat hasil nyata yang sudah dia dapatkan, dan kita juga bisa belajar dari pengalaman si Enterpreneur sukses ini.