Teringat saat ku mulai membuka satu persatu akan baju-baju kebodohanku
Bahkan hampir ku telanjang di depanmu
Sampai sekarang pun, sebenarnya ku masih limbung karena bingung, mengapa begitu fasih ku buka lembar per lembar goresan kehidupanku.
Percayakah aku akan mu, percayakah kamu, percayakah aku…??, ah…tak secerdas itu aku.
Satu yang ku tahu, aku merasa dan aku sangat merasakan…aku tak merasa telanjang di depanmu, karena aku tahu….ah…sekali lagi aku pun tak dapat percaya akan diriku……..
..
Penantianku penantianmu tak kan usai
Pencarianku pencarianmu tak kan selesai
Apakah kau masih disana menungguku dengan senyum hangat dan kabar baik
Ataukah kau akan menyerbuku dengan sejuta ciuman dan peluk
Masih teringat akan janjiku padamu
Dengan semangat ku ungkapkan padamu
Dengan yakin ku ikrarkan padamu....
Semilir angin dan bulan sepotong saksiku
Pencarianku pencarianmu tak kan selesai
Apakah kau masih disana menungguku dengan senyum hangat dan kabar baik
Ataukah kau akan menyerbuku dengan sejuta ciuman dan peluk
Masih teringat akan janjiku padamu
Dengan semangat ku ungkapkan padamu
Dengan yakin ku ikrarkan padamu....
Semilir angin dan bulan sepotong saksiku
Penantianku penantianmu tak kan usai
Pencarianku pencarianmu tak kan selesai
Apakah kau masih disana menungguku dengan senyum hangat dan kabar baik
Ataukah kau akan menyerbuku dengan sejuta ciuman dan peluk
Masih teringat akan janjiku padamu
Dengan semangat ku ungkapkan padamu
Dengan yakin ku ikrarkan padamu
Semilir angin dan bulan sepotong saksiku
Pencarianku pencarianmu tak kan selesai
Apakah kau masih disana menungguku dengan senyum hangat dan kabar baik
Ataukah kau akan menyerbuku dengan sejuta ciuman dan peluk
Masih teringat akan janjiku padamu
Dengan semangat ku ungkapkan padamu
Dengan yakin ku ikrarkan padamu
Semilir angin dan bulan sepotong saksiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar