Minggu, 28 Agustus 2011

damai dan keindahan itu telah hilang ...

Kita telah kehilangan simfoni burung-burung di pagi hari

berganti jerit riuh kendaraan, manusia-manusia yang berlari

didesak. Didesak-desak

kebutuhan-kebutuhan manusia kini

berlari mengejar materi. tamak.

tak henti. tak hentihenti

Kita telah kehilangan lembut angin

menerbangkan aroma rumput wangi

berganti aroma sampah bertebaran

Kita telah kehilangan murni udara pohon-pohon hijau

Kini hanya tersisa

hutan-hutan yang risau

satwa-satwa yang gelisah

pohon-pohon yang resah

(kapan giliran mereka disesah?)

Kita telah kehilangan senja dan langit berwarna jingga

di hari-hari kita

berganti kini dengan keruh mega

tertutup emisi gas rumah kaca

Kita telah kehilangan musim yang manis

Yang dulu silih berganti dengan teratur

tak seperti kini

hujan dan kemarau tertukar

pada musim yang tak benar

Kita telah kehilangan

Tak terhitung bilangan

Akankah kita kehilangan lagi

anak-anak masa depan

tanpa harapan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar