Rabu, 04 September 2013
tertahan dimasa lalu ...
Jemari ini seakan kehabisan tinta,tak mampu lagi menuangkan segenap emosi atau perasaan absurd lain seperti biasanya. Kekosongan yang tersisa belakangan ini membuat ku tak memiliki lagi alasan untuk sekedar menggoreskan apa yang kurasakan. Karena memang,aku tak merasakan apapun. Satu pencapaian,disaat ku memilih meleburkan segala yang pernah menenggelamkanku dan membiarkan kehampaan menemani langkahku kedepan justru mengarahkanku pada satu sisi dimana aku tidak lagi memiliki lagi alasan untuk menuliskan sesuatu.
Dan kini jika aku ingin menuliskan sesuatu,yang bisa aku lakukan hanya meraba-raba setiap jengkal masa lalu. Meneropong jauh, mencoba mengingat dengan jelas. Seakan otak ini kujadikan mesin waktu yang membuatku mampu kembali,lalu mengingat perasaan dikala detik demi detiknya terlewati. Akan hadir disana,cuplikan cuplikan kejadian yang memaksaku untuk kemudian merasa senang ataupun benci. Akan ada pula satu bagian yang bisa membuahkan untaian kata-kata manis dari tangan kecil ini.
Memang terasa lebih sulit jika dibandingkan dengan mengutarakan apa yang ada di depan mata Sampai sempat juga ku berfikir,mana kah yang lebih baik antara membiarkan kosong atau membiarkannya dipenuhi oleh hayalan. Dan jawaban yang terbenar adalah membiarkannya terbuka lebar untuk semua kabahagiaan yang ingin menyambanginya.
Jadi,untuk sementara biarlah masa lalu yang menjadi episode-episode tersendiri dalam tulisanku.
Menjadi pengingat bahwa hati ini pernah menemukan titik putih.
menjadi pengingat bahwa hati ini pernah menemukan titik abu-abunya.
Menjadi pengalaman bahwa otak ini pun pernah kehilangan akal sehatnya.
Rabu, 14 Agustus 2013
inikah rasanya ....
Adakah celah untuk bumi beri restu, untuk tuhan beri mukjizat???
Tawa si anak malam selalu mengawang, mendengungkan kisah pada raja diraja semesta..
Ah….kembali terukir ditembok kesunyian,diseluk-beluk nadi yang berdetak kencang untuk memacu tak-tik-tuk jarum jam yang tak pernah mundur…
Orang boleh punya cerita tentang romi dan juli tapi, ini bukan tentang itu tapi, ini tentang aku dan kamu yang hidup dinegeri pewayangan.
Dan…
tak ada lagi cerita tentang ini, tentang Siti Nurbaya.
Jika dikupas, ini tentang celebes dan Java.
Selalu berbicara bagai malaikat menyapa nabi dalam kesenyapan malam tak bertuan.
Bebicara tentang satu yang agung namun selalu saja kata-kata filusuf yang bermakna terlontar.
Ini cerita tentang kejujuran yang akan lama terungkap.
Mungkin perguliran waktu tertunda akan semakin menumpukkan apa yang tertahan dan tak bisa diungkap melalui angin yang bersahabat setiap malamnya.
Sudahkah kiranya badai mendera berlalu..
Bermuram durja si anak malam.
Pada pagi kokoh membuka hari,alir embun arus bening hati..
Lembut kabut pelan mula terkuak dibelah cahaya hidup,kian meninggi.
Usap mata lembut membuka hari, seutas senyum tak kan terputus.
Sekali lagi embun harus mengalir menuju muara daun yang mula kering,
Untuk ciptakan warna pagi yang selalu hidup...
Diantara belukar yang mengering masih ada jingga yang membiru...
Matahari tak kan pernah kembali untuk menyinari sesaat...
Serta embunpun tak pernah mengering pada kekeringan daun.
Malampun kembali membawa merah jambu sang bulan,
Bermuram durja si anak malam,...
Tak kan ada kesempatan untuk kembalinya pada badai yang mendera.
Senin, 05 Agustus 2013
kotak usang
Aku adalah sepotong kaca murah yg pecah terbelah ke segala arah
Perih merintih
Pedih memutih
Aku adalah terang pasar malam yang melawan matahari siang
Menyala sia-sia
Gaduh tak bersuara
Bukan aku tak mau menjadi hiasan dinding ungu pucatmu itu
Atau menjadi kumpulan warna yang bisa menyinarimu sepanjang waktu
Karena pecahan-pecahan kecil ini kau tahu aku ada
Walau aku tahu itu membuatmu terluka
Karena cahaya redup ini kau tahu aku selalu terjaga
Seandainya tengah malam nanti kau terbangun dan memintaku untuk menceritakan sebuah cerita
Aku adalah apa yang kau sebut air mata pagi
Kecil tak berarti
Dan kemudian menghilang ditelan hari
Aku adalah semua yang tak pernah kau lewati
Dan aku tak mau beranjak pergi
Aku pernah menjadi seberkas cahaya
Yang memberimu pelangi dan melukisnya dengan warna yang sempurna
Menerangi seluruh duniamu tanpa kau minta
Dan tetap menjadi cahaya walau tak pernah kau sapa
Aku pernah menjadi indahnya nada
Yang kau nyanyikan saat kau tak ingin aku tahu apa yang kau rasa
Menyembunyikan air matamu yang tak pernah bersuara
Dan tetap menjadi nada walau tak pernah kau jaga
Aku adalah sekotak luka sayangku...
Begitu indah sehingga aku tak mau beranjak pergi
Begitu sakit sehingga aku mendambakan pagi
Maukah kau membawaku pergi dari sini...??
Aku terlalu lelah untuk semua ini
Dan maukah kau membawaku ke tempat tuhanmu yg dulu selalu kau kunjungi...?
Karena aku suka melihatmu bersujud di sajadah yg dulu selalu kau tangisi
Aku adalah air mata sayangku...
Yang selalu terlihat begitu indah saat menetes di pipimu
Melebihi semua cahaya dan nada yang pernah kuberikan padamu
Rabu, 26 Juni 2013
hilang berlalu
Ketika kelam datang
Kemudian terang hilang
Akulah sang pecundang
Menangisi sesuatu yang kuharap ada
Meratapi malaikat mimpi sekilas semesta
Ini semua bohong
Selama ini aku meniduri anganku dengan buaian omong kosong
Ketika logika patah
Diikuti pagi yang sempurna merekah
Akulah sang kalah
Menyanyikan sesuatu yang tak bernada
Menari-nari seakan semua ini tercipta untuk kita
Ini semua palsu
Selama ini aku membasuh lukaku dengan candu
Hilanglah seperti aku
Hancurlah sambil lalu
Karena ketika akhirnya kau mengerti arti dari ini semua
Aku sudah tak ada disini untuk mendengarmu bercerita
Kamis, 02 Mei 2013
SUBUAH JANJI

satu harapan hilang semoga menjadi doa,.
dan akan terkabulkan,...
semoga ini menjadi tangis terakhir entah untuk apa atau siapa...
dan janji itu semoga akan tetap dijalani,..
ini bukan yg kita ingin,.
tapi jangan menjadi hal yg tidak kita inginkan terwujud hanya karena kita tak terima,..
ingat dengan ingin dan harap kita,..
sedikitlah untuk "oh iya,..sebenarnya keinginan kita sama,..mungkin cara diantara kita yg berbeda,."..
jangan ganjal harapan kita dengan hal yg sebenarnya tidak kita ingin,..
aku masih percaya dengan apa yg telah kita sepakati,..
ini bukan soal materi,hati atau entah apa,..
ini tentang janji yang pernah kita buat dulu,..
Sabtu, 13 April 2013
pagi janggal
Janggal sang waktu bergulir..
teman malam tentulah siang.
Pada permulaan malam manusia mendewa bintang, mengibu bulan...lewati segenap malam panjang yang tentu akan berakhir pada binar mentari, sepanjang apapun jeritan malam
Pagi janggal membelah kabut diantara titisan dewi embun, merekah mengibas angin pada pokok pohon yang mendayu, mengibas daun. Usap kasih dalam sentuhan hangat, menguntai mutiara lisan tak terdengar.
Pada pernikahan malam dan siang diantara cakrawala kelam akan bertamu pada se rambi kutub utara....melekuk pelangi sebagai batas ambang jingga sang senja..
Pada pagi janggal akan berakhir, ketika ayam mulai berkokok mendesau kan berita tentang malam terlewati...
Subuh buka tabir tentang ia punya cerita, tentu mengupas hari-hari,segenap kening mengerinyit dan mata mula sipit...
Pada pagi janggal semua berawal.....
Senin, 04 Februari 2013
terbit telanjang
Hingga aku terbit dalam potongan masa yang ragu
antara hitam,putih,abu-abu
telanjang pun aku tak malu
tak ragu
tak pilu
hingga bebalnya terasa paru
heningnya aku lahir dimerah meriahnya fajar
mengenggam dua rumpun urat rumput yang tersisa
disitu lah aku mulai belajar bernafas sesak
untuk berteriak
untuk bergerak
diambang hiruk pikuk mesin pemotong
diantara riuh rendah suara daun kantong
dilangit,langit-langit
dikelopak langit yang sakit
ditanah,tanah-tanah
dibutir tanah yang bernanah
disini aku
terlahir
disini aku mengepal
saat terbit telanjang
disaat pagi
untuk sesuap udara yang tercuri....
Langganan:
Komentar (Atom)