Senin, 05 Agustus 2013

kotak usang

Aku adalah sepotong kaca murah yg pecah terbelah ke segala arah Perih merintih Pedih memutih Aku adalah terang pasar malam yang melawan matahari siang Menyala sia-sia Gaduh tak bersuara Bukan aku tak mau menjadi hiasan dinding ungu pucatmu itu Atau menjadi kumpulan warna yang bisa menyinarimu sepanjang waktu Karena pecahan-pecahan kecil ini kau tahu aku ada Walau aku tahu itu membuatmu terluka Karena cahaya redup ini kau tahu aku selalu terjaga Seandainya tengah malam nanti kau terbangun dan memintaku untuk menceritakan sebuah cerita Aku adalah apa yang kau sebut air mata pagi Kecil tak berarti Dan kemudian menghilang ditelan hari Aku adalah semua yang tak pernah kau lewati Dan aku tak mau beranjak pergi Aku pernah menjadi seberkas cahaya Yang memberimu pelangi dan melukisnya dengan warna yang sempurna Menerangi seluruh duniamu tanpa kau minta Dan tetap menjadi cahaya walau tak pernah kau sapa Aku pernah menjadi indahnya nada Yang kau nyanyikan saat kau tak ingin aku tahu apa yang kau rasa Menyembunyikan air matamu yang tak pernah bersuara Dan tetap menjadi nada walau tak pernah kau jaga Aku adalah sekotak luka sayangku... Begitu indah sehingga aku tak mau beranjak pergi Begitu sakit sehingga aku mendambakan pagi Maukah kau membawaku pergi dari sini...?? Aku terlalu lelah untuk semua ini Dan maukah kau membawaku ke tempat tuhanmu yg dulu selalu kau kunjungi...? Karena aku suka melihatmu bersujud di sajadah yg dulu selalu kau tangisi Aku adalah air mata sayangku... Yang selalu terlihat begitu indah saat menetes di pipimu Melebihi semua cahaya dan nada yang pernah kuberikan padamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar