Minggu, 09 Januari 2011
APAKAH KITA BENAR BENAR IKHLAS
Seringkali, dari semua itu yang paling menyiksa adalah apa yang dirasakan setelahnya. Rasa marah, kecewa, tak terima, sakit hati, dendam, penyesalan dan segala turunannya. Ujung-ujungnya semua terasa tak enak.
Apa akar dari semua hal itu, tak lain adalah harapan. Harapan yang tak terpenuhi. Tak terpenuhi karena yang terjadi, tak sesuai dengan kehendak diri. Kehendak diri yang bersumber pada ego, pada hasrat.
Hasrat ini pada titik tertentu membantu manusia untuk bertahan hidup. Bersemangat hidup. Membuat manusia mau menjalani hari-harinya. Hasrat ini pula yang membuat manusia maju untuk terus berjuang.
Namun, di titik yang lebih tinggi, hasrat ini pulalah yang membuat manusia justru terkungkung. Semua apa yang melingkupinya tak lepas dari hasrat itu. Semua hal di dalam hidupnya bahkan bisa-bisa didedikasikan untuk memenuhi kehendak hasrat. Jika sudah demikian, alih-alih hasrat jadi pemicu kehidupan, dia berubah jadi kekuatan penghancur diri.
Ibarat api. Sepercik api mampu membakar kayu untuk menghangatkan malam. Namun, begitu dia membesar, melalap semuanya, tak ada lagi yang tersisa selain kehancuran.
***
Kebijaksanaan kuno mengajarkan kita untuk iklas.
Iklas secara kasar bisa dipahami sebagai penerimaan. Penerimaan akan apa pun yang terjadi dalam hidup, sebagai kehendak Dia Yang Maha Mengatur. Menerima bahwa, baik atau buruk, semua itu sudah ditentukan & dikehendaki oleh-Nya. Dimana setelah kita sebagai manusia melakukan usaha, yang bisa dilakukan hanyalah pasrah menerima hasil sesuai kehendakNya.
Mudah untuk dikatakan, namun nyatanya teramat susah dilaksanakan.
Sebagian besar dari kita dibesarkan dalam iklim persaingan. Kemenangan, keberhasilan, pencapaian–terutama material, acapkali menjadi panglima. Kita adalah apa yang kita miliki—begitu banyak kita pahami. Darinya, kita melihat dunia ini ibarat ladang pertarungan. Saling sikat, saling sikut, saling cakar & rebut adalah hal biasa–atau terbiasakan. Akhirnya, lebih banyak kekecewaan yang diperoleh daripada kebahagiaan.
***
Belajar untuk iklas adalah kunci melepaskan diri dari kesengsaraan hidup ini.
Kesengsaraan yang lebih dalam dari kekurangan material. Kesengsaraan yang muncul, tumbuh & bergejolak dari dalam jiwa. Semua hanya bisa dilepaskan dengan cara iklas.
Belajar untuk iklas musti dimulai dengan belajar untuk memahami apa makna hidup ini. Apa tujuan keberadaan manusia di dunia. Karena darinyalah kita mendasarkan semua perilaku, dan menujukan diri ke titik akhir perjalanan.
Kebijaksanaan kuno mengajarkan bahwa kehidupan ini adalah sebuah perhentian, perhentian singkat dari sebuah perjalanan panjang kehidupan manusia, dari titik penciptaan hingga titik kembali pada Sang Pencipta.
Perjalanan kita memang dimulai saat kita diciptakan. Tak ingat kita saat diciptakan, itu pasti, tapi tak berarti kita tak bisa merasakan bahwa hal itu benar adanya. Dari fase penciptaan ini kita mulai menapaki kehidupan, di berbagai alam kehidupan, dengan segala apa yang menyertainya. Termasuk saat ini, di kehidupan dunia.
Penerimaan akan hal itu memberi kita sedikit pegangan, bahwa yang namanya perjalanan, musti dilakukan demi menuju suatu tujuan. Tujuan pastinya bukan terletak di jalan, tapi di perhentian terakhir. Karenanya, tak sepatutnya kita menggantungkan semua harapan pada perjalanan itu sendiri. Gantungkan tujuan dan juga harapan pada tujuan terakhir.
Pahami pula bahwa dalam perjalanan pasti ada rintangan. Ada masalah, ada hambatan, ada ketidaksesuaian dengan harapan. Semua adalah pelajaran. Bahwa untuk mencapai titik perhentian terakhir, kita menerima pembelajaran. Dan metode pembelajaran terbaik adalah melalui cobaan.
Dengan mengalami cobaan, mengalami kekalahan, kehilangan, kehancuran, kita diharapkan memetik pemahaman, bahwa ada suatu yang lebih tinggi, suatu yang lebih bermakna, suatu yang lebih layak untuk dituju, yang padanya kita bisa selalu bergantung.
***
Kebijaksanaan kuno pula mengajarkan bahwa cobaan adalah tanda sayangNya pada manusia. Tak ada pejalan yang tak diberi cobaan. Namun, kita disemangati bahwa setiap cobaan sudah ditakar sesuai kemampuan kita untuk menanggungnya–meski kadang kita merasa tak sanggup.
Cobaan dan harapan inilah yang musti kita coba tanamkan dalam-dalam. Inilah yang musti coba untuk senantiasa kita pegang. Darinya, rasa iklas itu akan perlahan tumbuh, merindangi hati, membuatnya teduh meski dihembus panasnya badai kehidupan.
Begitu kebijaksanaan kuno mengajarkan…..terserah kita untuk mengamalkan.
MENYALAHKAN ITU MEMANG MUDAH
Menyalahkan itu mudah, bertanggung jawab itu sulit...itulah realita hidup yang harus kita terima dan hadapi. Banyak orang pada saat mereka menghadapi "kegagalan", mereka cenderung menyalahkan:
• Orang lain
• Takdir
Ataupun ketidak-mampuan mereka, Yang sebenarnya hanyalah alasan untuk tidak mencoba sekali lagi. Berhentilah menyalahkan dan mulailah bertanggung-jawab.
Apa maksudnya? akan dijelaskan hal ini dalam sebuah ilustrasi...
Bayangkan seorang digigit seekor ular... Jika orang tersebut bodoh, dia akan dendam dan mengejar ular tersebut untuk membunuh habis dan melampiaskan dendamnya pada ular tersebut. Walaupun ular tersebut akhirnya berhasil dibunuhnya, orang tersebut juga akan langsung mati karena racun yang masuk kedalam tubuhnyacepat menyebar dikarenakan dia terlalu banyak bergerak dengan mengejar ular tersebut.
Lalu apa yang seharusnya dilakukan?
Orang yang pintar mengerti bahwa yang membuatnya sakit bukanlah gigitan ular tersebut, melainkan racun yang ada didalam tubuhnya... Oleh karena itu dia tidak akan mengejar ular tersebut, melainkan menghisap darahnya sendiri untuk
Mengeluarkan racun yang ada dalam tubuhnya.
Cerita tersebut mencerminkan dengan jelas bahwa apapun yang terjadi kepada kita walaupun itu bukan salah kita, racunnya tetap didalam dirikita.
Orang lain mungkin saja membuat kita sakit hati... Situasi mungkin saja menyebabkan kita gagal... Kondisi mungkin saja belum berpihak kepadakita, tapi jika yang kita lakukan hanyalah menyalahkan orang lain tanpa menyadari bahwa racun yang sesungguhnya ada didalam diri kita, maka sudah tentu keadaan tidak akan berubah Menjadi lebih baik.
Apapun yang terjadi kepada kita, baik itu salah kita, salah orang lain ataupun (jika menurut sebagian dari kita) salah takdir, akan sangat salah jika kita tidak melakukan apa-apa.
Memang sangat mudah untuk tidak bertanggung-jawab dan hanya berkata:
"oh itu kan salah dia... Aku ga salah dong..."
Atau
"yah emang aku begini, mau diapain lagi... Ya udah laaah..."
Atau
"takdir itu kan hanya dapat memberi siksa... Yah memang begitu realita hidup."
Yang membuat kalimat-kalimat diatas tampil sebagai alasan otentik untuk tidak bertanggung jawab... Namun akan sangat bijaksana bila dengan sesegera mungkin menyadari bahwa kalimat-kalimat seperti itulah yang membuat banyak orang tetap pada kondisi yang mereka tidak inginkan.
Oleh karena itu, apapun yang terjadi... Salah siapapun itu... Sudah menjadi tugas kita untuk tidak menyalahkan siapa-siapa dan mulai mengambil tindakan yang penuh tanggung jawab untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.
Jika kita menerapkan prinsip ini kedalam kehidupan, dijamin kita akan jauh-jauh lebih dewasa, jauh-jauh lebih menarik, jauh-jauh lebih dapat mengurangi rasa sakit hati.

Sabtu, 08 Januari 2011
BELAJAR DARI ALAM ...
Kali itu cukup besar dan berbatu-batu. Karena pemandangan diseberang kami tertarik untung menyeberanginya, dan kami harus melompati batu-batu yang ada disepanjang kali itu.
Mulai dari batu-batu yang kecil sampai batu-batu berukuran besar.
Langkah-langkah dan lompatan yang harus kami lakukan kadang lompatan kecil, kadang lompatan dengan langkah besar. Lompatan yang aman, dan beberapa lompatan yang berbahaya karena batu yang licin oleh air dan lumut.
Tidak itu saja, untuk melangkah maju, kami beberapa kali harus melompat ke batu dibelakang kami alias mundur untuk mendapatkan pijakan yang lebih baik dan aman. Dari pada kami harus memaksakan selalu melangkah kedepan namun dengan resiko terantuk dan terpeleset.
Namun demikian, akhirnya aku dan teman-temanku dapat melalui kali tersebut.
Setelah perjalanan tersebut, aku berpikir bahwa hidup pun demikian.
Seperti menyeberangi kali tadi dengan batu-batu kecil, besar, licin, berlumut dan arus yang menantang. Terkadang kita harus melewati lompatan kecil. Lompatan besar dalam karir, studi, keluarga. Dengan riak arus, tantangan-tantangan dan resiko yang menghambat dan harus kita hadapi dalam perjalanan hidup kita. Bahkan untuk maju lebih jauh, kita pun terkadang harus bersikap bijak, dengan memilih langkah terbaik. Walaupun mungkin saja kita harus mundur sejenak dan mengalah untuk kemudian kembali maju dan meraih apa yang ada didepan kita.
Ahhh…. memang alam sungguh mengajarkan begitu banyak pelajaran dalam hidup.
Melalui batu, kali dan air saja pelajaran yang kudapat sudah begitu berharga.
Rabu, 22 Desember 2010
setelah semua terjadi ....
Tubuh ini hanya sebuah tulang, daging dan darah,..
Tulang yang sama, apapun ras dan sukunya,..
Daging dan darah yang sama,..
Tak ada yang berbeda selain bagaimana mereka mencerna hidup mereka,..
Tak ada yang memilih bagaimana dilahirkan,..
Tak ada yang bisa terjadi dalam kehidupannya,..
Mereka hanya memilih dengan apa yang dilihat apa yang dikerjakan tiap harinya,..
Kemarahan tak akan merubah apapun,..
Kemarahan hanya akan membuat mata kita kian menutup,..
Ketidak perdulian yang berdiri diatas rasa ketidak ingin tahuan,..
Membuat sebuah jurang besar, namun terkadang manusia tak pernah melihat,..
Pun tak mau tahu oleh siapa jurang itu dibuat,..
Cenderung menyalahkan,..
Pun juga takut untuk berjuang,..
Membenci hanya kosong,..
Namun ajarkan mereka cinta agar mereka tahu bagaimana mencintai
Selasa, 02 November 2010
BUAT YANG MERASA KEHILANGAN JATI DIRI
apakah kamu merasa sakit?
Apakah kamu merasa dunia penuh kebencian?
Apakah kamu merasa tak ada yg peduli?
Apakah kamu lebih nyaman dalam dunia mimpi daripada dunia nyata?
Mengawali hari degan keluhan yang sangat malas tanpa gairah?
Woops,km sedang dalam bahaya yg pelan pelan akan mghancurknmu..
Tidak hanya raga yang jadi bangkai sia sia,.
Tapi juga jiwa yang kosong tak bermakna..
Yaitu manusia tak berarti...
Hei!wake up!
Ayolah,bangkit bersama wahai jiwa2 yg sedang sekarat...
Sebelum nafas berhenti,jagan pernah menyerah...
Untuk orang2 yang kau cintai,perjuangkan cintamu,agar mereka bahagia..
Untuk dirimu sendiri,perjuangkan mimpi agar jadi kenyataan,tak ada yang mustahil jika kita berusaha..
Karena tuhan tidak akan mengubah suatu kaum,jika mereka tak berusaha...
Memang sulit,tapi apa susahnya dijalani?
Untuk mereka yang pernah mengecewakanmu dan memberimu kesedihan,perlihatkan pada mereka kamu menang dan berjaya !!!
Untuk mereka yang mengkhianatimu, percayalah akan ada saat yang baik,karen kehidupan selalu berputar...
Semua orang pernah merasakan sakit hati dan kesedihan...
Tapi cm kamu yg baca notes ini,yang punya Keberanian Sejati...
Karena kmu dapat bangkit dari keterpurukan ini...
Percayalah,kamu tak sndiri..
SAAT SAAT INDAH BERSAMA MU ....
Sekedar mengenang masa lalu, tidak ada salahnya kita ingat kembali nama2 teman2 kita sewaktu sekolah dulu.
masa2 yang penuh keceriaan disaat kita sama2 menimba ilmu dan berproses.
coretan dan guratan kertas selalu memenuhi buku tulis kita, dan kadang keisengan kita terhadap buku-buku sekolah yang selalu melukiskan bentuk2 yang tak sempurna. salah satunya adalah buku yang aku miliki. disana tertulis nama2 teman2ku semasa sma dulu.
sepertinya, tak ada salahnya jika nama2 itu kembali aku ukir dalam sebuah catatan di blog ini.
dalam kerinduan ini, ingin rasanya kembali berkumpul dan berbagi cerita tentang segala hal yang kita lalui. terima kasih teman2, ya selalu mengingat dan mengenang saat indah yang pernah kita lalui bersama. aku sangat merindukan kalian. semoga kerinduan ini mendapatkan sambutan yang hangat dari kalian semua.....
I love u All......................I love you...............miss u forever.
Rabu, 15 September 2010
backpacker ti malaysia and thailand
Perjalanan ini saya mulai dari Singapore. Ke KL di Malaysia anda bisa naik bus atau KA langsung dari Singapore dengan biaya minimal S$30. Untuk mendapatkan biaya yang lebih murah anda bisa bisa naik bus kota dulu jurusan Johor Bahru dengan biaya sekitar S$2, anda langsung saja ke terminal Larkin dan dari sini anda bisa menemukan banyak sekali bus ke KL dengan tarif sekitar RM20 saja.
Di KL anda bisa tinggal dihotel sekitar Terminal Puduraya atau disekitar Terminal Titiwangsa atau bisa juga di hotel milik Airasia yaitu Tune Hotel yang dekat dengan Monorail Station Medan Tuanku. Kalau bisa dapat harga promo atau kalau bookingnya jauh2 hari bisa dapat harga yang murah.
Kalau anda mau keliling Malaysia dengan bus anda bisa cari informasi di terminal Puduraya atau Titiwangsa. Untuk keliling KL dengan murah anda bisa cari buskota RAPID KL yang bayarnya cuma RM 2 tapi tiketnya bisa dipakai seharian tanpa batas, busnya bagus, bersih dan AC.
Dari KL ke Thailand (Hatyai) anda bisa naik KA dari Station KL Sentral, ada KA ke Hatyai berangkat jam 9 malam, tarifnya sekitar RM 40 (kelas 2), tiba di Hatyai esok harinya sekitar jam 11. Kalau mau lebih cepat anda bisa naik bus dari Terminal Puduraya, perlu waktu maksimal 10 jam saja dengan bus dengan tarif yang lebih kurang juga sama.
Hatyai ialah kota transit, hotel dan makanan disini murah sekali, hotel bintang 3 hanya sekitar Bhat500. Dari Hatyai ada banyak transport darat murah ke Koh Samui dan sekitarnya, Phuket, Krabi, Trang dan Bangkok. Kalau anda mau ke Bkk sebaiknya anda naik KA. Ada banyak jadwal KA dari Hatyai ke Bkk, kelas 3 cuma sekitar Bhat 300 tapi ada seat number nya sehingga dijamin dapat tempat duduk. Perlu waktu sekitar 12 jam untuk sampai di Bkk.
Selain kelas 3 ada juga yang kelas cabin, 1 dan 2.
Di Bkk anda bisa temui transport dalam kota yang sangat baik dari bus tanpa AC sampai BTS dan MRT juga taxi yang mulus dan warna-warni. Untuk naik bus kota tanpa AC memang kita agak disulitkan dengan petunjuk jurusan yang semuanya ditulis dengan huruf Thai. Kalau anda minimal bertiga saya sarankan naik taxi saja daripada BTS/MRT karena ongkos taxi di Bkk cukup murah. Untuk hotel yang murah banyak terdapat didaerah Khaosan Road, cukup dengan Bhat200 saja permalam. Dengan Bhat 800 anda sudah bisa dihotel bintang 3 lengkap dengan makan pagi. Kalau mau tinggal lama di Bkk saya sarankan sewa apartment saja, untuk 1 bedroom minimal sekitar Bhat 7000/bulan sudah lengkap dengan AC dan bathroom. Kalau anda punya waktu lebih panjang saya sarankan untuk ke Chiang Mai dan sekitarnya. Kesana sebaiknya juga naik KA, bisa juga naik bus. Saya pernah naik KA berangkat jam 8.30 pagi dari BKK, sampai di CM jam 9 malam, tarif Bhat 800 sudah termasuk 2x snack dan lunch.
Di CM ada banyak sekali hotel dan apartment murah, apartment kelas bintang 4 sekitar Bhat 12000/bulan, kelas bintang 3 sekitar Bhat 7000/bln dan banyak juga yang cuma sekitar Bhat 3000/bulan. Untuk harian sekitar Bhat400 sudah sangat baik dan lokasi baik.
Untuk makan juga sangat murah, Bhat 100 saja sudah cukup untuk makan perorang perhari (1 bhat = 280 IDR