Selasa, 27 Desember 2011

hiding my heart .....(stay)

Ceritakan malamku padanya..
Kepada mata yang tiada pernah kutatap,mata yang selalu kurindu ...
Hanya suara yang bisa kukenang, hanya itu...
Aku tau ia bertahtakan mawar putih dan mungkin itu berduri,berbeda denganku...
Hanya setangkai edelweis yang tumbuh liar diantara puncak-puncak gunung yang beku, dan menunggu pertengahan musim untuk bermekaran, agar menjadi penghias segala yang tinggi,yang tumbuh ditanah, kemudian dipetik,untuk menjadi kenang-kenangan....

Aku pernah bicara dengannya, berbicara tentang bintang tanah, bintang yang tentu saja bisa untuk digapai, cerita tentang yang mungkin, bukan berbicara tentang bintang-bintang yang tergantung dilangit bersandingkan bulan..ia terlalu takut untuk itu...
Dan....ketika itu aku selalu saja untuk menjadi bara agar semuanya tetap berjalan, tidak berapi dan tidak mati. namun, pada saat ini butiran embun yang menjadi mutiara fajar telah meluluhlantahkan bara untuk tetap ada.
Dan...aku berharap untuk bara padam selamanya, pada kenyataannya tidak!!

Biarkan aku dendangkan semua ini dalam hati kecil yang terkunci agar tak banyak yang tau yang aku dendangkan.

Mentari, mentari dan mentari.....
Lekas jemput sang malam ini....semuanya akan bermuara pada pagi buta walau sering malam menjadi semakin panjang...

bagaimana aku bisa berpisah jika perjumpaan saja belum usai ...
Sungguh sangat pelik cerita ini bagi jiwa-jiwa yang murni dalam berkasih, semoga kalian tidak termasuk kedalamnya.

Percaya atau tidak....aku telah dipeluk kedalamnya, kedalam satu bentuk untaian mesra yang penuh makna dan tak berwujud.

Dendangkan ini kepadanya dan di saat dia mendengar, itu pun cukup!!!
Karena ia tau aku selalu ada untuk nya meski dalam rentang hembusan angin yang panjang dan dalam ketidak sempurnaan aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar