Kamis, 09 Agustus 2012

terserah apa rindumu

Rangkaiannya sederhana, setelah kau coba derai jiwa dengan lintas-lintas asa. Sungguh sederhana bukan mencoba menguranginya sebait, hanya mengundangmu membakar arah yg terukir manis di tengah kisah. Sudah ku katakan meski hanya kata pesan, bahkan setelahnya tak terbalas bisu itu. Aku sedang menunggumu menjemputnya, menjemput waktu dalam rangkaian imajiku yg mulai berkarat. Ahh..disinilah tempatnya tempat kita mengukir, tempat kita mengukir kisah di kabut subuh. Setelah itu kita mencoba menerka-nerka di akhir Desember dengan sajak-sajak kesepian. Ini terasa sepi sekali, dan kenapa kau terlalu menyederhanakan kata? AKU RINDU itu pesanku. Masihkah kau menunggu ukiran selanjutnya? menebak siapa yg kalah dan siapa yg salah, yang salah waktu saat terlihat RINDU berwarna biru. TERSERAH APA RINDUMU..

2 komentar: