Senin, 03 Desember 2012

satu poto satu kisah >>>>>

Photo hanya sebuah gambar...yang nantinya akan usang beberapa diantara gambar itu pernah begitu mengguncang, tertinggal diingatan.. namun dibalik gambar itu, terselip lembaran kisah tak tertuang... hanya bisa dibaca mata-mata jeli nan peka aku menatapnya dengan dalam........kelabat-kelabat itupun terpapar nyata bagi mereka yang melihat dengan mata telanjang, photo2 itu akan terlupakan... namun bagi aku dan mereka yang mencurahkan separuh hidup untuk selembar photo... gambar itu menyimpan makna tak tertera... bagi kami...itu tidak hanya selembar gambar....namun selembar kisah yang terkadang begitu dramatis... ada banyak cerita saat pengambilan sebuah gambar, ...hanya aku dan mereka yang tahu.. ada adrenalin yang naik melesat tinggi, saat mengabadikan moment2 sakral, yg mungkin hanya terjadi sekali di dunia ini dan bagiku....selalu saja selembar photo itu......adalah selembar kisah.........

Selasa, 20 November 2012

yang tersisa

Tak Terbendung Wajah-Wajah Baru Pesona Dengan Magnet Berdaya Tarik Kuat Aku Menolehnya...Menyentuhnya...Merasakan Getarnya Sisi Kiri hati Bertanya..dan Meminta diberikan Satu Nama Dan Mataku Mulai Terbuka..Mencari dan Mencerna Tak Kutemukan Satu kata Nyata Semu dan fana Tanpa Sungkan..Meski Sedikit Segan Aku Kembali..Membalikkan Badan dan Memutar Kepala Menyembullah Sosok-sosok Tanpa Cela, Tanpa Pinta, Tanpa Paksa Masih Menungguku..Masih Mengenaliku Aku Terkelu..Aku Tersedu..Dalam Hening Terpaku Aku Meresapi Rindu Angkat Wajahmu..Kesetiaan Itu Berucap Ayunkan Langkahmu..Kesetiaan Itu Mulai Berteriak Dan akui hatimu...Lelah..dan Hingga hanya aku Yg Tersisa ( Kesetiaan ) Masih berjalan..terus berjalan...tanpa sedikitpun melepas beban disudut kiri hatiku lembar-lembar catatan mulai usang.. namun tentangnya,,....tak jua tergores selembarpun aku dibalut ragu.. Hujan kadang berselimut badai.. Terik kadang berbaur gerimis beberapa diantara sajak-sajak itu kubaca berulang-ulang tanpa jenuh.. lalu yang lain tak pernah kusentuh.. masih Berjalan.............. ada terang di ujung sana berkilau cahaya kuasa tak Terjamah Kisi nurani takkan pernah memungkiri..itulah tujuanku...akhir dari langkah ini nantinya.. wajah-wajah polos itu digenggamanku...dilangkahku..dibahuku banyak diantara hati itu takkan pernah memahami meski mencobanya dg keras.. hanya akan dibantu ketulusan... sesungguhnya...aq tak percaya sodoran-sodoran hati itu.. senyum ada dibalik manipulasi semua rasa.. Tidak perlu mengerti...tidak perlu terjemahan hati.. hanya jiwa-jiwa dalam dan mengenalku bisa membaca coretan-coretan gersang dari jari-jari letih kekuatanku kadang terampas...hanya jika semangat masih menyelip diantaranya.. esok akan ada untukku...

Senin, 19 November 2012

kisah tentang mu .>>

Seorang Wanita Muda Yg 4 tahun Menjanda Bercerita Padaku.. malam Itu, aku Menginap Di Rumahnya... ------------------------------------------------------------>> itu Foto2 Pernikahanku...Tidak satupun dari wajah-wajah mereka yang hadir dipestaku tersaput mendung.. Penuh Senyum dan Rona Bahagia Seakan Ada harap Di Binar Mata Mereka,..Untukku jaga Bahagia Itu Selamanya. Tahun Berlalu Sekarang Setiap Malam aku tatapi Wajah-wajah Polos Yang Tertidur Lelap Tanpa Beban stelah lelah Seharian Bermain Tentu saja Mereka Tidak mengerti Tentang Luka Membeku Wanita Yg Tidur Ditengah2 Mereka Ini Hanya kami Beberapa Tahun Belakangan Ini..aku Lupa Tepatnya Berapa.. tanpa Laki-laki yg Dulu Disebut Suamiku...Dia Tlah Lama Pergi dan Punya Kehidupan sendiri, akupun Tak Bgtu Mngingatnya Lagi.. Dua Hari Dalam seminggu Mereka Bertukar Kabar Dengan Bapaknya Setiap hari Mereka Bertanya Padaku, Kapan Kepincangan Ini akan Berakhir?? aq menjawab...Entahlah.. Antara Tidak Yakin dan Gamang Tentang Masa Depan Dengan seorang laki-laki Baru Utk Hidup Bersama Kami Kadang aku mengasihani Diriku Sendiri, Kadang Aju Menertawakan Kebodohanku, Tak Jarang Aku menangisi Kesialanku Namun Tak Tergetar Hatiku Untuk Mahligai cinta Baru.. Ah Ini Hidup, Ini Pilihan..Lalu Knapa??? Untuk aku Dan 3 Orang anakku saja Tempat Tidur Ini Sudah penuh Sesak..bagaimana jika harus ditambah satu org lagi?? tentu kamar ini akan sangat sempit, Itu Pasti...!! Hidupku Memang Tak Mudah, Bahkan jauh Dari Mewah..Namun aku Masih Punya Gairah Esok saat matahari Menyala..aku akan melangkah Lagi dan Melupakan semua Cerita Kita Malam Ini...Ya Sudahlah..aku Mau Tidur -------------------------------------------------------------------------------------------- Dan subuh merenggut sadarnya dalam balur mimpi ah..entah dia masih punya mimpi atau tidak aq masih menatapnya..ada gurat tipis lelah disudut matanya Heyy ...4 Tahun Itu waktu yang lama nona !!! Trauma Apa Yg kau alami Hingga Hari Ini Kau Masih Sendiri??? Tentu Saja Teriakan Itu Hanya ku Jeritkan dalam Hati

Selasa, 28 Agustus 2012

Untukmu "WANITA"

untukmu "Wanita" Matahari… Itulah simbol yang kuberikan untukmu, wanita. Keberadaanmu sangat terasa dan membawa kehangatan di hati. Membawa keceriaan dan perlindungan. ** Mungkin kamu pernah mengalami situasi sulit. Atau mungkin kamu pernah mengalami kekecewaan. Mungkin juga sebuah keadaan memaksamu membuang impianmu. Tapi kamu tetap tegar dan memberikan senyum terbaikmu untuk semua orang. ** Kamulah matahari… Saat lemah kamu kuat, dan saat kuat kamu membakar luka. Kamulah wanita… Yang tertawa dan menangis dikala bahagia dan duka. ** Bertahan melewati hidup yang sukar, Berbahagia dan bangga saat berhasil melewati kesusahan. Kamu, wanita hebat… Kamu mahluk Tuhan yang sempurna di Bumi ini. ** Kamulah wanita yang seperti matahari. Selalu setia untuk menerangi. Menebar sinar memberi cahaya kehidupan. Berjalan dan berputar setia tak pernah ingkar. ** Kamulah wanita… perkasa. Wanita perkasa pemberi cahaya. Harapan dan asa di tengah kejamnya zaman. Menjadi nyata dengan kehangatan cahayamu.

Kamis, 09 Agustus 2012

terserah apa rindumu

Rangkaiannya sederhana, setelah kau coba derai jiwa dengan lintas-lintas asa. Sungguh sederhana bukan mencoba menguranginya sebait, hanya mengundangmu membakar arah yg terukir manis di tengah kisah. Sudah ku katakan meski hanya kata pesan, bahkan setelahnya tak terbalas bisu itu. Aku sedang menunggumu menjemputnya, menjemput waktu dalam rangkaian imajiku yg mulai berkarat. Ahh..disinilah tempatnya tempat kita mengukir, tempat kita mengukir kisah di kabut subuh. Setelah itu kita mencoba menerka-nerka di akhir Desember dengan sajak-sajak kesepian. Ini terasa sepi sekali, dan kenapa kau terlalu menyederhanakan kata? AKU RINDU itu pesanku. Masihkah kau menunggu ukiran selanjutnya? menebak siapa yg kalah dan siapa yg salah, yang salah waktu saat terlihat RINDU berwarna biru. TERSERAH APA RINDUMU..

Rabu, 08 Agustus 2012

rumput liar ....

kau seperti ilalang, Dimana pun kau berada,tak perlu air melimpah dan tak perlu dipupuk, sepanjang waktu kau akan tumbuh dan bertahan hidup. Kalau saja dia tahu kalau kau tidak setangguh yang dia kira Kalau saja dia bisa mengerti kalau kau tidaklah selalu setabah yang dia harapkan. karena kau sedang lelah karena kau hanya butuh usapan di bahumu karena kau hanya manusia biasa yang tidak tumbuh begitu saja seperti halnya ilalang... ilalang tumbuh dimana saja,di tempat buruk sekalipun Semakin diinjak ia akan semakin kuat Ilalang tidak pernah mengeluh,ia kuat diterpa angin maupun hujan sekalipun Ilalang tidak akan hilang dimakan jaman Walau hari berganti Minggu berlalu Bulan menghilang dan Tahun berselang Ia akan selalu ada disetiap rerumputan. seperti ilalang hanya merindu dan memandang purnama diatasnya yang tak mungkin direngkuh begitu pula dirimu hanya bisa bersyair dan berbisik tentang angan dan mimpi yang makin mengawang

SESAK TERHITUNG

Menatap lengang jalanan yang tak berdengung Membentang panjang begitu jauh tanpa lengkung Perlahan menyeret langkah dengan wajah murung Setengah fikir pun terhanyut maya, terus termenung Telah biasa tak berteman di remang tak berujung Hanya dengan rajutan mega hitam aku berpayung Mata tak mampu merekam mentari diantara mendung Bahagia tak lebih dari puing yang tak bisa di pulung Hampir kalah oleh sakit yang buat raga mematung Berhenti pada kegagalan menopang pijakan terhuyung Lalu, di sela kepayahan, Kau hadir kuatkan relung Menjadikan gurat di pipi kembali berhias lesung Lama sudah dalam kesepian dunia aku terpasung Terasing dari gelak tawa, pedih yang terus meraung Lirih dawai-Mu membisik damai di tiap denyut jantung Akhirnya pada pusaran kematian, seluruh duka ku larung Mulai ku pahami indah liku jalan-Mu tuk buat ku lebih ulung Menjejaki kehidupan dengan lajur keteguhan tiada terbendung Jika satu cinta dari sesama hamba di ambil dan kisahnya di gulung Jadi pengingat, rasa hati pada makhluk harusnya tak menggunung Pelan mengiring diri ini kembali pada kasih yang Maha Agung Percaya lagi bahwa wujud Cinta-Mu lah berlebih tak terhitung