tujuh tahun lalu kita pernah ditampar badai,bermandikan hujan dipuncak bukit yang katanya seram ( Gn. kasih), bekas perkampungan tua tempat pembantaian pada masa pemberontakan dulu.
tenda yang bocor mamaksa kita untuk beralih dimalam kelam. membelah gelap dengan satu senter, saling berpegangan agar tak terpisah. entah kemana kita pergi, arah itu tak tau. . .hanya berjalan...dan berjalan terus sampai letih. ditengah rimba mencekam kita berhenti pada pondok reot entah itu punya siapa dan kapan berdirinya.
kita mulai saling menghangatkan agar tak ada yang mati di antara kita dalam keadaan kedinginan dan basah kuyup...api tak bisa lagi kita nyalakan. Tak bisa tidur menjelang subuh.
ketika pagi datang, kita sadar dan melihat disamping pondok itu terhampar telaga indah..dengan pohon2 tua yang rebah pada bentang air jernihnya.
kemudian kita sadar satu tas ber isi buah Rambutan yang kita bawa, hilang sudah...entah siapa yg punya kerja...jika tercecer dijalan tak mungkin. dan kita mulai menerka-nerka tentang alam ghaib.
ah...biarkan saja..
pagi itu kita mulai memasak nasi dan menggoreng 6 keping sagu untuk mencegah kelaparan dini.
tanpa menyadari...smua makanan habis pagi itu..kita survival.!!!
dengan modal bedil dan kemampuan membuat jebakan, kita berhasil menjaring berbagai macam burung hutan, entah apa nama burung-burung itu.
tanpa perasaan aku mulai membantainya, membakar dagingnya setengah matang, tanpa bumbu apapun, dan kita mulai menyantapnya bersama..
kemudian mencari jalan pulang bersama..
ingat kah kalian tentang hal ini kawan kawan terbaikku ???
kita menang, dan masih hidup sampai saat ini.
ini lah kita 7 tahun lalu...02 maret 2004..
keren...
BalasHapushehehe,,,kalo ngambek lucu ^_^
BalasHapussiapa yang ngambek ???
BalasHapusaku kangen kok .... hehehehehe
kangen terus,,kpn g kangenx XD..hahaha...
BalasHapussemangat ya..
gak pernah gak kangen, habisnya DD selalu ngangenin sih ...
BalasHapus